Selasa, 27 Januari 2009

ANALISIS KOROSI BAJA DILAHAN GAMBUT

oleh :
1. Tri Pratomo (Politeknik Negeri Pontianak)
2. Gadang Priyotomo (LIPI Serpong Tangerang)
3. Widodo PS (Politeknik Negeri Pontianak)

Banyak perumahan di kota Pontianak sekarang memakai struktur baja tulangan sebagai pondasi mengingat kayu yang biasanya dipakai untuk pondasi telah langka dan harganya sangat mahal.
Dalam pembuatan konstruksi pondasi rumah, baja tulangan yang digunakan sering kali tidak diproteksi, akibatnya baja tulangan mengalami korosi atau perkaratan dan ditambah lagi dengan kondisi tanah di kota Pontianak yang memiliki kadar keasaman yang tinggi.

Dengan keadaan yang seperti ini peneliti mencoba mengetahui tingkat korosi yang terjadi pada baja tulangan dalam struktur beton yang ditanam dalam tanah gambut.
Penelitian ini dilakukan dengan mengikuti standart pengujian korosi, khususnya pengujian korosi menurut ASTM C876 yang berisikan standart pengujian korosi baja yang tidak dilindungi dalam struktur beton. Mengingat struktur tanah di kota Pontianak banyak memiliki tanah gambut, maka penelitian ini dikombinasikan dengan keadaan struktur tanah tersebut yaitu dengan cara menanam struktur beton didalam tanah gambut dengan kedalaman 100 cm. Lokasi yang dipilih adalah kecamatan Pontianak Utara dan kecamatan Pontianak Selatan.

Selengkapnya...

Kamis, 08 Januari 2009

Penerapan Sistem Hidrolik Pada Automotif


Contoh penerapan sistem hirolik pada sistem pengereman
Selengkapnya...

Senin, 22 Desember 2008

Untuk Mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Listrik/Elektronika

Untuk mahasiswa Teknik Mesin dan Teknik Listrik/Elektronika, silahkan download buku ini. Buku ini berisi dua bagian, bagian pertama untuk mahasiswa Teknik Mesin dan bagian yang kedua untuk mahasiswa Teknik Listrik/Elektronika.
silahkan unduh disini

http://www.ziddu.com/download/2987626/EngineeringSciencePocketBook.pdf.html
Selengkapnya...

Sertifikasi Dosen Program Diploma

Masalah pendidikan S2 bagi dosen Politeknik ini memang cukup rumit. Disatu sisi kita ingin agar kompetensi vokasinya yang diperkuat, oleh karena itu lebih tepat ke Magister Profesional ketimbang Magister Akademik. Namun Magister Profesional ini belum tersedia pendidikannya di PT di Indonesia. Di sisi lain UU Guru dan Dosen mengharuskan bahwa dosen di PT, termasuk Poltek, harus memiliki minimal ijazah S2. Kami sedang menyiapkan kebijakan untuk mengatasi masalah ini secepatnya.

Mengenai apakah linear atau tidak antara S1 dengan S2 dan nantinya dengan S3 saat ini sedang hangat diperdebatkan. Satu kubu mengharuskan memang harus sama benar PSnya utk ke tiga jenjang tsb. Kubu yang lain berpendapat linearnya itu bisa dalam satu rumpun bidang studi. Kubu yang lain lagi berpendapat tergantung dari PS yang diajar oleh dosen ybs. Bila dia memegang mata pelajaran X maka sepanjang studi tertingginya sudah sama dengan mata pelajaran yang diajarkan maka tidak masalah PS apa yang diambilnya pada jenjang sebelumnya. Mudah-mudahan semua "kekacauan" ini bisa segera diakhiri. Masukan dari teman-teman amat saya butuhkan, menurut Dirjen DIKTI 

sumber http://www.faslijalal.com/content/bukutamu/ Selengkapnya...